Kamis, 01 Juni 2017

Jelajah Alam di Kabupaten Pangandaran-2

1.      Pantai Parigi
Pantai ini sebenarnya tidak dikhususkan sebagai destinasi wisata karena aktivitas nelayan yang cukup dominan. Nyatanya, pemandangan keseharian nelayan dan tentunya pasar hasil tangkapan nelayan yang banyak dijumpai banyak menarik minat pengunjung dari luar. Karena bukan tempat wisata tentunya penataan secara khusus tidak dilakukan. Meskipun demikian kita masih bisa menikmati beberapa spot di Pantai Parigi.


Untuk menuju pantai ini, kita tinggal menyusuri jalan aspal dari Pantai Batu Hiu. Selain itu dapat juga mengambil jalan raya Pangandaran kemudian masuk ke areal Pantai Parigi berdasarkan petunjuk arah yang terpampang di pinggir jalan.

2.      Pantai Bojong Salawe
Pantai Bojong Salawe merupakan perpanjangan dari Pantai Parigi. Seperti halnya Pantai Parigi, Pantai Bojong Salawe tidak atau belum didisain untuk tujuan wisata. Meskipun bukan tempat wisata, sebenarnya pantai ini cocok untuk melihat matahari terbenam (sunset). Sayangnya Pantai Bojong Salawe tidak dapat digunakan untuk berenang sehingga hanya bisa menikmati suasana pantai saja. Larangan tersebut karena ombak pantai yang sewaktu – waktu menggulung. Di pantai ini menjadi tempat pendaratan perahu – perahu nelayan dan terdapat tempat pelelangan ikan ataupun yang disebut juga dengan pasar ikan.


Spot yang menarik di wilayah pantai ini adalah muara Bojong Salawe. Untuk menjangkaunya kita perlu menyewa perahu nelayan. Lingkungan sekitar muara ini masih asri dengan jenis vegetasi yang didominasi oleh nipah. Air yang jernih dan alam sekitar yang tenang memberi kenikmatan tersendiri.
Kalau anda sudah merasa lapar, jangan kuatir di pantai ini terdapat banyak tempat kuliner yang hampir semuanya menyajikan menu seafood. Para pedagang biasa menjual aneka macam menu seafood seperti macam-macam ikan laut, cumi-cumi, udang, kepiting dan makanan laut lainnya dengan berbagai varian rasa yang beragam. Tempat makannya masih berupa warung – warung, tapi soal rasa hmmm....tidak kalah dengan rasa restoran.





Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah membangun sarana dan fasilitas untuk berlabuh kapal-kapal besar. Sekarang ini tempat berlabuh telah menjadi tempat berekreasi masyarakat . Akses menuju lokasi ini sama seperti Pantai Parigi yaitu dari Pantai Batu Hiu.


3.      Pantai Palatar Agung
Terletak di Desa Pamotan Kecamatan Kalipucang merupakan pantai yang memiliki pemandangan unik yaitu kita bisa melihat dari kejauhan Pulau Nusakambangan dan Pulau Nusawere. Akses masuk ke tempat ini pertama dari simpang Kalipucang menuju Pelabuhan Majingkrak, sedangkan yang kedua dari arah Pantai Karapyak. Kedua jalan menuju pantai ini tergolong sempit tetapi masih relatif baik. Kelebihan pantai ini adalah panorama yang indah berupa wilayah perbukitan dengan hamparan sawah serta muara Sungai Citanduy. Selain itu kelebihan lainnya adalah wilayah pantai ini dekat dengan Pulau Nusa Kambangan. Aktivitas nelayan di muara sungai juga cukup sibuk, menjadikan pemandangan tersendiri saat mereka mendarat dengan membawa hasil tangkapan








Keindahan Pantai Palatar Agung terletak pada kondisi topografinya yang berbukit mengitari kawasan dan juga batuan karang sehingga memberikan panorama alam yang indah. Keindahan alam pantai ini lebih menonjol pada waktu matahari terbenam (sunset) dengan background perahu yang bersandar di pantai. Sayangnya keindahan pantai ini ternoda oleh banyaknya sampah yang berada di sekitar kawasan.








Kawasan Palatar Agung ini juga merupakan kawasan wisata transit karena wisatawan dapat menyebrang ke Pulau Nusakambangan. Oleh karena itu fasilitas yang tersedia hanya ada ojeg perahu yang biasa dijadikan alat transportasi bagi penduduk menyebrang ke Pulau Nusakambangan. Di perjalanan menuju Pulau Nusakambangan kita akan bertemu Pulau Nusa Manuk Palawangan yang merupakan habitat bangau - bangau liar.
Tempat menarik di Pulau Nusakambangan adalah Pasir Putih. Di Pasir Putih itu kita dapat melihat pulau Nusa Manuk Babakan. Fasilitas umum belum tersedia, sedangkan untuk istirahat hanya ada beberapa warung yang menjual makanan ringan dan minuman serta kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat sekitar.











4.      Pantai - Pantai di Bagolo
Pantai Gua Parat
Wilayah wisata Desa Bagolo terkenal dengan Pantai Karapyak. Namun selain itu terdapat 2 pantai indah lainnya yaitu Pantai Gua Parat dan Pantai Solok Timun. Hanya saja kedua pantai ini kita tidak bisa beraktivitas karena kondisi medannya yang berbahaya yaitu daerah berbatuan dengan ombaknya yang ganas. Kita hanya bisa menyaksikan kedua pantai tersebut hanya dari tempat ketinggian.




Pantai Gua Parat memiliki keindahan tersendiri yaitu areal tebing dimana kita bisa berfoto ria dengan syarat harus hati - hati karena tidak ada pengaman. Disebut berbahaya karena apabila tergelincir kita akan jatuh ke daerah berbatuan dari ketinggian sekitar 5 meter dan langsung disambut ombak ganas. Lebih dari itu kita nikmati pemandangan yang sangat indah. Di bagian barat kita melihat panorama Pantai Solok Timur, dan bagian timur terdapat pemandangan sebagian Pantai Karapyak.




Posisi Pantai Gua Parat sejalan dengan Pantai Solok Timun terus ke arah Pantai Karapyak. Kita akan menemukan tanah kosong dengan sebuah warung yang berhadapan dengan pemandangan laut lepas. Posisi tanah lapan tersebut merupakan posisi di tempat ketinggian dimana kita bisa menyaksikan keindahan pantai di bawahnya.

Pantai Solok Timun
Pantai Solok Timun memiliki karakteristik landai dengan hamparan terumbu karang di pinggir pantai. Hanya saja pantai ini tidak dapat digunakan untuk berbagai aktivitas, bahkan untuk masuk saja sangat sulit karena kondisi medan. Pengunjung hanya cukup menikmati panorama alam pantai yang indah dari ketinggian tepatnya dari sebuah warung. Letak Pantai Solok Timun berada dalam wilayah wisata pantai Karapyak, tepatnya berada di Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang. Dari pintu masuk wisata pantai Karapyak kita ambil jalan lurus hingga bertemu sebuah warung yang dapat kita lihat panorama Pantai Solok Timun.

5. Pantai Muaragatah
Untuk menjelajah pantai di wilayah Kabupaten Pangandaran tidak cukup sehari karena banyak pantai yang menarik dan masing – masing punya karakteristik. Pantai di wilayah Pangandaran terentang dari wilayah Kalipucang hingga Cimerak. Dan setiap kecamatan yang   ada pantainya memiliki lebih dari satu pantai yang layak dikunjungi. Pantai Muaragatah adalah salah satu pantai yang cukup menarik untuk dikunjungi. Pantai tersebut terletak di pinggir jalan lintas Pangandaran – Tasikmalaya, tepatnya Desa Kertamukti, Kecamatan Cimerak. Jarak ke pantai ini cukup jauh dari pusat kabupaten Pangandaran dan lebih dekat dengan pantai wilayah Tasikmalaya Selatan.

Pantai Muaragatah merupakan muara sungai yang hampir sejajar dengan pantai. Di kanan kiri muara berupa daratan yang tertutupi oleh berbagai vegetasi. Ketika air surut muara sungai tersebut seolah – olah bersatu dengan pantai. Bentuk topografinya yang unik membuat pemandangan sekitar pantai menjadi indah. Pengunjung dapat bermain air di sekitar muara sungai pada saat air pasang. Meskipun demikian pengunjung jangan dekat dengan garis pantai mengingat ombak setelah pantai cukup besar.

Sedikit lepas pantai terdapat batu karang besar dengan sedikit vegetasi di atasnya. Pemandangan ini seperti yang terdapat pada Pantai Madasari. Untuk mengambil gambar ini lebih dekat harus menunggu air surut. Fasilitas umum tidak tersedia di pantai ini.

6.      Pantai Cidahon
Letak pantai ini tidak langsung terlihat dari pinggir jalan karena posisinya masih terhalang oleh lahan pertanian dan semak belukar. Posisi pantai ini masuk ke dalam melalui tanah lapang yang dijadikan tempat parkir. Mobil dan motor diparkir di tempat yang disediakan dan selanjutnya kita berjalan sedikit ke arah pantai. Letak pantai ini berada di Desa Kertamukti, Kecamatan Cimerak, yang merupakan ujung barat dari Kabupaten Pangandaran dan berbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya.


Pantai ini mempunyai karakteristik sama dengan Pantai Muaragatah karena mempunyai muara sungai. Hanya saja pantai ini mempunyai nilai lebih yaitu adanya sungai kecil yang mengalir di antara landasan batu karang. Seolah – olah aliran itu merupakan kolam panjang. Di tempat inilah banyak pengunjung bermain – main karena dangkal dan airnya mengalir. Air tersebut merupakan air tawar karena merupakan air sungai. Menjelang ke pantai terdapat karang agak besar dan sekaligus merupakan batas agar tidak berenang melampui tempat itu karena sudah langsung menghadap laut lepas.


Pada musim liburan tempat ini ramai oleh pengunjung lokal. Belakangan tempat ini juga ramai oleh pengunjung dari luar, biasanya pada saat munggahan (menjelang bulan puasa) dan libur lebaran. Tidak hanya itu, seabreg pedagang dengan berbagai jualan ikut meramaikan suasana pantai ini. Dan memang tempatnya juga indah dan unik....

7.      Pantai Cikaracak




Pantai Cikaracak agak tersembunyi karena tidak ada jalan sehingga harus melewati kebun kelapa menuju ke tempat ini. Dibandingkan dengan pantai yang lain, pantai ini tidak begitu luas. Mungkin yang menjadi keunikannya adalah batu karang besar. Batu karang ini meneteskan air tawar seperti gerimis. Pantai ini tidak bisa digunakan untuk aktivitas renang. Letak lokasi ini berada di Desa Kertamukti, Kecamatan Cimerak, dekat dengan Pantai Muaragatah. Dari arah Pangandaran berada setelah Pantai Muaragatah.

8.      Pantai Legok Jawa
Pantai yang berlokasi di Desa Legok Jawa, Kecamatan Cimerak yang langsung berbatasan dengan jalan raya Pangandaran – Tasikmalaya. Sesuai nama legok, pantai ini mempunyai beberapa legokan atau cekungan yang memanjang. Sedangkan nama Jawa menisbahkan pada orang - orang Jawa yang menyebarkan agama Islam di daerah ini. Bentuk pantai relatif lurus memanjang dengan perairannya yang cukup berbahaya yaitu arus deras, anginnya cukup kencang, gelombang tinggi serta banyak pusaran air.




Walaupun bergelombang tinggi tetapi pantai ini memiliki pesona keindahan tersendiri. Di sekitarnya terdapat beberapa bukit yang masih ditumbuhi pepohonan dan semak belukar sehingga memberikan pemandangan yang asri. Suasana sunset di Pantai Legok Jawa menawarkan pemandangan indah nan menawan karena kita dapat melihat garis horison cukup leluasa. Warung – warung minuman juga sudah ada, memberikan tempat istirahat yang nyaman sambil menikmati keindahan pantai.



Pengunjung tidak dapat bebas bermain – main di perairan pantai karena ombaknya yang besar dan lepas pantai yang berbatuan karang. Di beberapa tempat masih bisa menyisakan tempat sekedar berbasah – basahan. Sedangkan pantai itu sendiri merupakan pasir hitam halus. Disini agaknya pengunjung bisa lebih leluasa bermain. Pantai ini sekarang sudah ditata meskipun belum dilengkapi fasilitas umum. Taman mini di pinggir jalan dan pantai menjadi tempat hiburan tersendiri baik sekedar istirahat maupun sambil menikmati keindahan pantai. Belum lagi di seberang taman terlihat pacuan kuda menambah pemandangan tersendiri. Bagi yang suka masakan laut, disini terdapat beberapa rumah makan sea food dimana kita bisa memilih hasil tangkapan laut dari berbagai jenis ikan, lobster, cumi dan kerang laut.
Popularitas Pantai Legok Jawa semakin meningkat dengan revitalisasi arena pacuan kuda dan penataan pantai dekat dengan pacuan kuda. Beberapa kejuaraan sudah dilangsungkan di tempat ini. Tampaknya Pemerintah Kabupaten Pangandaran cukup serius menata wilayah Kecamatan Cimerak sebagai bagian dari rangkaian wisata pantai Pangandaran.

9.      Pantai Ciparanti
Sesuai dengan namanya, pantai ini terletak di Desa Ciparanti, Kecamatan Cimerak. Pantai ini berada di wilayah Barat Pangandaran. Masih ada Pantai Keusik Luhur sebelum masuk wilayah administrasi Kabupaten Tasikmalaya. Pantai Ciparanti berkarakteristik lurus memanjang dengan pasir hitam. Mengingat pantai ini langsung menjorok ke laut lepas dan ombaknya yang cukup besar, pantai ini tidak dapat digunakan untuk aktivitas berenang. Meskipun demikian kita dapat menikmati pemandangan indah.




Saat paling indah menikmati keindahan Pantai Ciparanti adalah menyaksikan matahari terbenam (sunset). Pantai ini mempunyai horison yang luas sehingga kita benar – benar puas menyaksikan pemandangan indah sunset. Kala matahari terbenam, suasana lingkungan sekitar menjadi temaram mengiringi sang surya menuju peraduannya. Sangat berkesan
Terdapat beberapa warung yang dapat digunakan untuk tempat istirahat dan menikmati makanan dan minuman ringan. Sayangnya tidak bisa mengiringi kita sampai malam, kecuali kalau banyak pengunjung dan tentunya membeli.

10.      Pantai Pasir Gede, Ciparanti
Berbatasan langsung dengan Pantai Ciparanti yang terletak di Desa Ciparanti, Kecamatan Cimerak. Karakteristik pantai ini berkarang dan memiliki ombak besar. Pengunjung yang datang hanya dapat menikmat panorama hamparan karang disepanjang garis pantai dan tidak dapat melakukan aktivitas berenang.

Pantai Pasir Gede tidak langsung dapat diakses dari jalan raya karena letaknya di belakang wilayah pertanian. Untuk menuju ke tempat ini harus melalui jalan desa, hanya sekitar 500 meter. Setelah sampai di pantai ini kita disuguhkan pemandangan pantai yang indah dikelilingi oleh areal pepohonan dan semak yang memberi kesan segar. 

Desa Ciparanti cukup kaya akan obyek wisata. Selain dua pantai eksotik, tempat wisata lain yang pantas untuk dikunjungi adalah Sungai Cibening di Bojong Cisempu, Sasak Gantung, Curug Sawer, dan Hutan Kabuyutan
 Sasak Gantung Ciparanti

11. Pantai - Pantai Lokal di Desa Masawah, Kecamatan Cimerak
Desa Masawah, Kecamatan Cimerak terkenal dengan pantai Madasari. Sebenarnya di lingkungan desa tersebut terdapat beberapa pantai lokal yang lumayan indah untuk dikunjungi. Akses menuju pantai - pantai ini memang mau tidak mau kita harus keluar masuk lingkungan penduduk dan areal pertanian atau menyusuri pantai. Tidak ada salahnya mengunjungi tempat - tempat ini bila masih ada waktu.
Sumber foto secara keseluruhan berasal dari : https://wisatalengkap.com/wisata-pantai-di-pangandaran/2/
Pantai Duduk
Pantai Karang Tamaga
Pantai Kalapa Satangkal


Pantai Pasir Beusi
12. Hutan Mangrove
Sebelum adanya tsunami yang melanda Pangandaran tahun 2006, kawasan mangrove ini merupakan tempat budidaya udang dan ikan. Musibah besar tersebut menyadarkan masyarakat pentingnya sabuk hijau (green belt) untuk melindungi wilayah pemukiman dan lahan pertanian mereka. Dengan bantuan pemerintah dan organisasi lingkungan dan lembaga swadaya masyarakat akhirnya terbentuklah kawasan hutan mangrove.

Di tempat tersebut semula hanya untuk wilayah konservasi belaka dimana areal di belakangnya banyak usaha tambak udang. Selain itu juga kadang – kadang digunakan sebagai tempat penelitian mahasiswa. Tetapi kemudian Pemerintah Daerah membangun fasilitas berupa jalan jembatan kayu dan bambu di sela – sela hutan mangrove yang menjadi daya tarik tersendiri. Terlebih lagi di ujung jembatan tersebut dibangun semacam pondok istirahat, jadilah kemudian tempat wisata baru yang unik. Entah darimana dan siapa yang mulai, jembatan tersebut diberi nama jembatan cinta. Mungkin karena banyak pasangan muda – mudi yang memanfaatkan tempat ini untuk pacaran.


Secara administratif kawasan ini berada di wilayah Dusun Sinyakalang, Desa Babakan, Kecamatan Cijulang. Akses masuknya mudah dijangkau dan diketahui, yaitu searah dengan lokasi wisata Batu Karas. Sebelum sampai Batu Karas, terdapat plang petunjuk ke arah kiri jalan. Dari simpang tersebut masuk ke dalam hingga tempat parkir. Secara khusus memang belum dibuat lapangan parkir, jadi menumpang di halaman penduduk. Tentunya nanti kita bayar seikhlasnya.
Pengunjung dapat memilih naik perahu menuju jembatan cinta atau berjalan kaki. Masing – masing punya kelebihan. Bila pilih naik perahu kita berangkat sebelum gerbang masuk kemudian dibawa menyusuri sungai hingga tiba di jembatan cinta tempat hutan mangrove berada. Sedangkan bila jalan kaki, kita masuk melalui gerbang dengan membayar karcis masuk. Beberapa penduduk menawarkan ojeg dari tempat parkir ke gerbang masuk. Tidak jauh sebenarnya hanya 500 m, tetapi tidak apa – apa naik ojeg sekedar untuk memberi penghasilan.





Tempat wisata ini memang benar – benar menyajikan pemandangan yang berbeda yaitu berada di tengah – tengah hutan bakau. Di bawah jembatan adalah wilayah perairan yang ditumbuhi berbagai jenis tumbuhan pesisir dengan bakau (mangrove) yang dominan. Udara memang panas tetapi terasa segar karena sekitarnya masih berupa tumbuhan. Paling bagus pemandangannya adalah dekat dengan pondok dimana langsung berhadapan dengan wilayah perairan. Bagi penggila selfie atau foto, di hutan mangrove banyak spot yang layak untuk diabadikan.  

13. Pantai Bulak Setra
Nama pantai ini mulai sering disebut orang karena kelebihannya yaitu cocok untuk berselancar. Pantai ini memiliki ombak yang besar sehingga dapat menggiring peselancar dengan jarak lumayan. Selain itu pantai ini memiliki pemecah ombak (break water) sehingga menciptakan gelombang berbentuk lingkaran yang teratur. Hal ini juga merupakan bagian yang disukai peselancar selain ombak yang besar tadi. 
Di sekitar pantai terdapat muara sungai yang oleh penduduk setempat bernama Muara Cileutik. Dekat muara ini sedang dibangun dermaga yang akan difungsikan sebagai pelabuhan kapal nelayan dan pesiar. Selain itu wilayah daratan sekitar muara sering dijadikan sebagai arena memancing, outbound dan berkemah. 
Hal menarik lainnya adalah adanya matras atau dam peninggalan kolonial Belanda. Bendungan tersebut merupakan sumber irigasi bagi para petani untuk mengairi sawah. Tidak hanya itu, kolam air di bendungan ini digunakan untuk track body rafting. Sedangkan areal sekitar dam untuk jalur sepeda bagi wisatawan dan penduduk lokal.

 






Berjalan-jalan sekitaran desa juga dapat menjadi kegiatan lain yang menarik atau menyaksikan langsung warga setempat membuat gula merah tentunya akan memberi Anda pengalaman yang akan menggugah tentang kesehajaan warga desa. Masih ada satu lagi kelebihan Bulak Setra ini, yaitu adanya hutan mangrove dengan luas 3 hektar. Kawasan ini semula merupakan suatu tanah menonjol menyerupai kepulauan kecil dan sebagai pemukiman penduduk. Setelah adanya tsunami, penduduk tersebut direlokasi dan daerah huniannya menjadi kawasan hutan mangrove. Selain wisata edukasi mangrove juga terdapat wisata air, yaitu dengan selusur sungai Bojong Nenggang. Sungai yang tidak dalam ini memiliki berbagai biota air payau baik flora maupun faunanya sehingga menjadi daya tarik tersendiri. Banyak wisatawan menggunakan kano ataupun perahu menyelusuri sungai ini.

14.      Pelabuhan Cikidang
Pelabuhan kapal nelayan baru dibangun belakangan ini dan sudah hampir selesai. Letak pelabuhan ini di desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, dekat dengan Pantai Timur Pangandaran. Pelabuhan ini memiliki pemandangan indah yaitu muara sungai sekaligus juga laut lepas. Tidak heran jika sore hari ramai oleh warga untuk menikmati sunset indah di Pangandaran.







Pantai Cikidang saat ini sudah ditata termasuk dengan TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Cikidang yang selalu ramai tiap sore. Disamping ramai oleh aktivitas nelayan, tempat ini juga menjadi hiburan bagi masyarakat lokal karena pemandangannya yang lumayan indah. Pantai Cikidang dapat diakses ke arah Barat dari pintu masuk pantai Pangandaran

15.      Museum Nyamuk
Apabila di kota – kota besar atau ibukota kabupaten terdapat museum dengan tema mengenai manusia dan kebudayaan, maka di Pangandaran terdapat museum unik yaitu Museum Nyamuk. Kenapa harus nyamuk dan apa yang istimewa dari nyamuk sehingga harus dibuat museum. Jawabannya anda harus datang sendiri ke tempat tersebut.
Museum Nyamuk berada di komplek perkantoran Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (Litbang P2B2) di Kabupaten Pangandaran. Museum ini milik Kementerian Kesehatan dan merupakan museum nyamuk satu-satunya di Indonesia yang manampilkan tema nyamuk. Di dalam ini ditampilkan banyak jenis nyamuk yang sudah diawetkan ditambah ilustrasi foto, alat pemberantas nyamuk dan berbagai alat terkait penanggulanan wabah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk. Dibangunnya museum ini adalah agar masyarakat waspada akan bahaya nyamuk. Penggagas pertama kali pendirian Museum Nyamuk adalah Sugiono, saat menjabat sebagai Kepala Loka Balitbang P2B2 Ciamis.

Alamat Museum Nyamuk adalah Jalan Raya Pangandaran Km 3, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran 46396. Untuk informasi dapat menghubungi nomor telepon ( 0265)  639375  dan email : lokaciamis@litbang.depkes.go.id.

16.      Keramat Kuning Lakbok
Kabupaten Pangandaran memiliki situs arkeologi selain di Cagar Alam Pananjung juga terdapat di Kecamatan Lakbok. Peninggalan arkeologi tersebut berupa beberapa benda di Keramat Kuning Lakbok, nama tempat situs. Situs ini berada di Desa Sukanegara, Kecamatan Lakbok tepatnya berada di daerah dataran rendah dengan ketinggian 26 m di atas permukaan laut. Benda-benda arkeologis disimpan di dalam bangunan cungkup berukuran 3 x 4 m yang berada di kebun penduduk. 

Sumber foto : http://www.disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php?id=128&lang=id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar