Rabu, 07 Juni 2017

Jelajah Alam di Kabupaten Pangandaran-3

1.      Green Canyon
Green Canyon, rasanya tempat ini sudah menjadi aset wisata nasional. Betapa tidak, pada hari libur tempat ini padat dikunjungi. Jangan ditanya, kalau pada hari libur panjang atau libur lebaran, pengunjung yang antri tiket bisa mencapai nomor urut ratusan. Boleh dibilang, ikon pariwisata Pangandaran selain pantainya itu sendiri, juga obyek wisata Green Canyon. Kata orang Green Canyon kagak ada matinye.






Obyek wisata Green Canyon berada di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang. Jalan menuju kesana adalah dengan mengikuti jalan utama dari Pangandaran menuju Cijulang. Selanjutnya rambu – rambu petunjuk arah tersedia di beberapa tempat strategis sehingga tidak perlu khawatir tersasar. Jalan raya yang melewati Green Canyon ini adalah jalan raya provinsi yang melintas pantai Selatan Jawa Barat. Tiba di lokasi dapat memilih tempat parkir, tetapi bila masih tersedia sebaiknya di lapangan parkir. Warung minuman dan rumah makan banyak tersedia.
Sebenarnya nama asli obyek wisata ini adalah Cukang Taneuh (Jembatan Tanah). Dinamakan demikian karena di atas lembah dan jurang Green Canyon terdapat sebuah jembatan dari tanah yang digunakan oleh para petani setempat untuk menuju kebun mereka. Tetapi semenjak ditemukan oleh orang bule dan diberi nama Green Canyon, nama itu kemudian menjadi lebih popular.
Keunikan sungai yang mengalir di Green Canyon ini adalah airnya yang berwarna hijau tosca. Di tepi sungai, rimbunnya pepohonan menambah hijaunya suasana. Sungai ini mengalir menembus gua yang dilingkupi keindahan stalaktit dan stalagmit. Kita berperahu mengikuti aliran sungai kemudian akan memasuki celah dinding tebing. Seakan – akan kita akan memasuki dunia baru seperti di film Hollywood. Kita dibuat takjub oleh keindahan alam yang unik, cantik dan entah kata – kata apalagi yang harus diucap. Pendek kata rasanya hari itu kita dibuat lepas oleh berbagai persoalan pikiran oleh pemandangan yang memikat itu.
Di Green Canyon, berbagai aktivitas wisata yang dapat Anda lakukan adalah berperahu, berenang, dan body rafting. Apapun aktivitasnya, sudah pasti akan basah – basahan. Oleh karena itu harus menyiapkan baju salin di darat dan tidak kalah pentingnya bila membawa kamera harus yang anti air atau menggunakan cover khusus.

2.      Citumang
Citumang menawarkan wisata alam yang sejenis dengan Green Canyon. Mungkin untuk uji adreanalin, Citumang lebih menantang dibandingkan dengan Green Canyon. Yang jelas tidak ada salahnya mencoba keduanya bila ada waktu. Obyek wisata ini terletak di Desa Bojong, Kecamatan Parigi. Sedangkan statusnya berada dalam wilayah kehutanan yang dikelola oleh Perhutani di dalam wilayah RPH Cisaladah, BKPH Pangandaran, KPH Ciamis.
Perjalanan menuju obyek wisata Citumang adalah dengan mengikuti jalan raya dari Pangandaran menuju Parigi, yang letaknya sebelum Cijulang. Di sisi kanan jalan dari arah Pangandarn terdapat papan petunjuk arah ke Citumang. Tepatnya setelah SPBU atau berjarak sekitar 15 km dari Pangandaran. Selain jalan tersebut, bila kita terlewat masih ada lagi jalan masuk ke Citumang, keduanya sama saja.
 Sumber foto : http://log.viva.co.id/news/read/744384-terpesona-objek-wisata-alam-citumang-pangandaran

Seterusnya kita berada di jalan desa yang lumayan sempit, melewati perkampungan, tanah pertanian dan semak belukar. Pemandangan di tengah perjalanan cukup indah, tidak ada salahnya kita mengambil gambar di beberapa spot. Akhirnya setelah hampir sejam karena jalan yang buruk kita sampai di ujung jalan (buntu). Tempat parkir khusus kendaraan masih sederhana. Kita bisa bertanya kepada masyarakat setempat atau dapat memanfaatkan guide bila ingin lebih pasti. Selanjutnya kita berjalan ke arah jembatan. Jarak jalan setapak dari lokasi parkir ke curug citumang kurang lebih 800m dengan jalan kaki. Melintasi ladang, bukit2 kecil, untuk mencapai lokasi. Setibanya di air terjun, kita bisa renang, lompat indah dari akar-akar pohon yang tumbuh di langit-langit goa setinggi 5 meter. Air disini sangatlah segar, tapi harus hati-hati karena batu-batunya lumayan licin.
Pilihan lain adalah kita mengikuti paket wisata body rafting yang ditawarkan beberapa agen wisata. Dengan mengikuti paket tersebut kita akan lebih terarah mengunjungi spot – spot penting di wilayah Citumang seperti melihat pepohonan yang besar, bebatuan tua yang memiliki stalaknit berwarna – warni dan air yang bening yang keluar dari bawah tanah (sumber air). Paket wisata tersebut dikelola bersama oleh perum Perhutani, desa, pemda, kompepar dan karang taruna.

3.      Desa Wisata Selasari
Salah satu destinasi wisata unik di Pangandaran adalah Desa Wisata Selasari yang terletak di Kecamatan Parigi. Akses masuknya adalah dari Pangandaran ke arah Parigi hingga pasar Cibenda. Selanjutnya dari pasar Cibenda perjalanan langsung ke arah Desa Selasari. Desa wisata ini baru diresmikan oleh Bupati Pangandaran pada awal 2014, merupakan tempat yang sarat dengan spot wisata menarik. Spot wisata utama yang ada di desa ini adalah beberapa goa dan Sungai Santirah. Berkunjung ke Desa Selasari, mungkin tidak terasa butuh lebih dari 1 hari.
Goa yang terdapat di Desa Selasari berjumlah 8 yaitu Goa Sutra Reregan, Goa Panggung, Goa Peteng, Goa Panjang, Goa Parat, Goa Lanang, Goa Gede dan Goa Citalun. Kondisi goa-goa ini masih alami dan terdapat kawanan kelelawar. Goa Sutra Reregan adalah  yang paling besar. Goa – goa lainnya dapat dimasuki dengan pemandangan stalagtit dan stalagmit.
Goa Sutra Reregan
Sumber foto : http://www.beachpangandaran.com/2014/03/wisata-goa-sutra-reregan.html 

Goa Panggung
Sumber foto : https://sportourism.id/adventure-travel/gua-panggung-hunian-manusia-pangandaran-di-zaman-prasejarah 
Sungai Santirah yang relatif lebar dan tidak begitu deras cocok untuk wisata sungai seperti body rafting dan river tubing. Wisata Sungai Santirah tidak kalah seru dengan di Green Canyon dan Citumang, bahkan dalam beberapa hal mempunyai kelebihan. Ketika kita mengarungi sungai dengan ban (tentunya dilengkapi dengan helm dan life jacket) kita akan dibuat takjub dengan keindahan dinding-dinding tebing dan hutan belukarnya yang alami. Belum lagi kita jumpai beberapa curug yang menyembur dari tebing. Bukan main indahnya...
Sumber foto : http://www.cakrawala.web.id/2017/02/santirah-kabupaten-pangandaran.html
Kita seperti dibawa ke dunia baru bak di film Jurassic Park. Tebing yang tinggi, hutan yang asri, air terjun dan sesekali masuk terowongan goa. Nah, ini yang seru, ketika sampai di beberapa titik, ya lebih dari satu, kita seperti “dipaksa” melompat dari ketinggian tertentu. Seru kan..... cihuii.... byuurrr.....Tak terasa bisa seharian kita menikmati keindahan Sungai Santirah.
Oya, satu lagi, di Desa Selasari konon kabarnya terdapat beberapa situs budaya dan berbau sejarah. Memang belum dibuktikan secara ilmiah, tetapi oleh penduduk setempat dianggap sakral.


4.      Batu Mandi
Nama batu mandi merupakan nama yang dinisbahkan pada gugusan batu yang dipercaya sebagian masyarakat sebagai tempat persemayaman Ratu Pantai Selatan. Tidak heran setiap tahun dilakukan ritual pesta laut. Letak batu mandi berada di sebelah Barat pangandaran kurang lebih 3 km dari pantai pasir putih. Batu ini terkenal dengan nama batu perbatasan lautan lepas.
Sumber foto : http://pantaiku-ini.blogspot.co.id/2012/05/lokasi-pantai-batu-mandi.html
Sumber foto : http://www.mypangandaran.com/dailyphoto/detail/312/batu-mandi.html

Untuk mencapai lokasi Batu Mandi bisa dengan menggunakan perahu wisata di Pantai Barat Pangandaran atau jalan kaki masuk ke areal Cagar Alam Pananjung. Selain pemandangan indah, pantai Batu Mandi juga bagus buat Surfing karena memiliki gelombang yang indah. Tetapi harus extra hati-hati karena dasar pantainya berupa karang dan banyak karang-karang tajam, hanya untuk yang profesional dan sudah terbiasa main surfing di lokasi Batu Mandi.

5.      Terowongan kereta api Cikacepit
Jalur kereta api di wilayah Priangan Timur terbatas hanya jalur utama dari Bandung – Banjar saja. Padahal sebenarnya terdapat banyak jalur kereta api yang menjangkau daerah – daerah tertentu, salah satunya adalah Banjar – Cijulang. Jalur kereta yang dibangun sejak jaman penjajahan Belanda sekitar tahun 1920an sempat digunakan sebagai sarana transportasi kereta api hingga tahun 1980-an. Sayang sekali padahal jalur tersebut banyak menyajikan panorama indah berupa pegunungan dan pantai. Setelah tidak lagi digunakan jalan kereta yang ada perlahan terkubur atau hilang diambil.

Sumber foto : http://pemudakertajaya.blogspot.co.id/2015/01/ka-banjar-pangandaran-akan-di-hidupkan.html

Meskipun jalur kereta api tersebut sudah tidak lagi digunakan (tetapi sudah direncanakan direvitalisasi), tetapi ada beberapa peninggalan yang menjadi daya tarik tersendiri dan layak untuk menjadi spot wisata. Peninggalan menarik tersebut adalah terowongan dan jembatan rel kereta api. Terowongan kereta api berada di atas bukit sedangkan jembatan kereta api menghubungkan antar bukit. Terowongan rel kereta api di jalur ini terdapat 4 yaitu Terowongan Batulawang (± 281,5 meter), Terowongan Hendrik (± 105 meter), Terowongan Juliana (± 147,70 meter) dan Terowongan Sumber atau Wilhelmina (± 1.116,10 meter). Terowongan Wilhelmina merupakan terowongan kereta api terpanjang di Indonesia. Selain terowongan terpanjang, jalur ini juga terdapat jembatan kereta api terpanjang di Indonseia yaitu jembatan Cikacepit dengan panjang ± 290 meter (sumber Wlkipedia ).
Jembatan Cipambokongan
Terowongan Cikacepit

Khsuus jalur terowongan Wilhelmina urutan sarananya adalah Jembatan Cikacepit-Terowongan Wihelmina-jembatan Cipambokongan. Ketiga tempat berada dalam satu kampung yakni kampung Cimandala, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang. Terowongan dan jembatan Cikacepit lokasinya dekat dengan jalan raya Kalipucang yakni sekitar 100 meter dari jalan raya di sisi kiri. Terowongan Cikacepit ini memiliki panjang sekitar 105 meter dan sekarang dipakai sebagai akses jalan bagi warga kampung Cimandala. Persis setelah melewati terowongan, di ujung kita akan menemui jembatan Cikacepit yang sangat mengagumkan. Sebuah mahakarya konstruksi dimana jembatan ini seolah-olah melayang di udara dan tanpa pelindung di kiri kanan jembatan. Bayangkan seandainya kita dengan kereta api melewati jembatan ini ada sensasi tersendiri. Dengan ketinggian di atas 100 meter dari permukaan tanah dan berdiri hanya dengan tiang-tiang besi sebagai penyangganya, pasti akan membuat adreanalin kita naik.

Jembatan Cikacepit

Terowongan Wilhelmina

Dari jembatan Cikacepit perjalanan selanjutnya adalah terowongan Wihelmina yang berjarak 1,5 km dari jembatan Cikacepit. Perjalanan ini lumayan sulit karena jalannya menanjak berbatu dan pada saat habis hujan kondisi jalanan basah becek. Namun saat sampai di tempat tujuan kita akan tertegun dengan terowongan panjang ini. Sedemikan panjangnya jika dilihat dari salah satu ujung terowongan, ujung terowongan lainnya tampak seperti satu titik terang. Sayangnya terowongan ini tidak terpelihara karena terdapat rembesan air menetes dari bagian atap dan dinding terowongan. Rembesan air itu akhirnya menggenang dan bercampur dengan lumut di dasar terowongan. Sedangkan kondisi rel baik yang ada di jembatan maupun di darat sebagian besar raib, mungkin dicuri sebagai besi rongsokan. 


6.      Pelabuhan Majingkrak dan Kalipucang
Masyarakat Pangandaran yang hendak ke Cilacap dapat menempuh jalan darat dan jalan laut. Bila hendak menempuh jalan darat, akses ke perbatasan Jawa Tengah adalah melalui Kalipucang. Terdapat 2 akses jalan menuju perbatasan tersebut dan sudah terdapat papan petunjuk arah. Sedangkan bila hendak melalui laut adalah dengan kapal laut  yang berangkat dari Pelabuhan Majingklak dan dermaga Sentolo.
Majingklak merupakan nama dusun di Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang. Pelabuhan Majingklak berada persis di bibir sungai Citanduy. Fungsi dermaga ini sebagai tempat bersandar perahu nelayan dan kapal-kapal tradisional milik warga. Kapal-kapal tersebut biasanya bersadar di dermaga untuk menyeberangkan penduduk melewati aliran sungai Citanduy menuju Kecamatan Kampung Laut di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, atau sebaliknya. Pelayanan penyeberangan biasanya dimulai dari jam 8 pagi hingga sekitar jam 4 sore. Pemandangan sekitar jalan menuju Majingklak lumayan indah. Di pinggir sungai Citanduy kita bisa istirahat menikmati aliran sungai yang tenang.  Banyak orang memanfaatkan tepian sungai ini untuk bersantai atau memancing.



Dermaga Majingklak terhubung oleh sungai menuju Segara Anakan, sebuah laguna luas yang merupakan ekosistem bakau, yang manjadi muara sejumlah sungai, baik dari Jawa Barat maupun Jawa Tengah. Pada tahun 2000an, Dermaga Majingklak masih mampu menampung kapal besar yang berlabuh. Namun, karena kondisi perairan dermaga yang semakin dangkal, kapal-kapal besar yang dulu pernah singgah di pelabuhan Majingklak tak lagi berani berlabuh.



Pelabuhan Majingklak

Selain mereka yang hendak menyeberang, orang-orang banyak datang ke Majingklak untuk memancing di Sungai Citanduy atau ke aliran Sungai Segara Anakan, dengan menyewa kapal compreng untuk sehari penuh. Jika suatu saat pelabuhan Majingklak akan dipergunakan kembali untuk berlabuh kapal-kapal besar harus dilakukan pengerukan kali Citanduy dan akan memakan biaya yang tidak sedikit.




Dermaga Sentolo, Kalipucang

Satu lagi dermaga penyeberangan antar provinsi yakni Dermaga Sentolo, yang berlokasi tak jauh dari terminal dan pasar Kalipucang. Dermaga ini lebih dahulu hadir di Kalipucang sebelum Majingklak. Namun karena sedimentasi sungai Citanduy, Pemprov Jawa Barat memindahkan dermaga penyeberangan ke Majingklak. Sayangnya, dermaga Majingklak juga menghadapi masalah serupa yaitu sedimentasi sungai yang semakin meluas.

7.      Bandara Nusawiru
Kabupaten Pangandaran bolehlah berbangga dengan fasilitas perhubungan yang dimiliki. Selain memiliki pelabuhan untuk transportasi laut dan terminal bis, Pangandaran juga memiliki bandara. Meskipun saat ini masih kelas perintis, tetapi keberadaan bandara Nusawiru menopang industri pariwisata yang ada. Tercatat saat ini baru ada maskapai Susi Air dengan pesawat kecil berkapasitas 10 orang, dengan tujuan Pangandaran – Jakarta. Rencana akan dibuka jurusan Pangandaran – Bandung dan Pangandaran – Cilacap.



Bandara Nusawiru dikelola oleh UPT Dinas Perhubungan dan dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Pangandaran. Bandara yang menjadi kebanggaan masyrakat Pangandaran berlokasi di Desa Kondangjajar, Kecamatan Cijulang. Akses masuk ke bandara ini sangat mudah. Apabila kita sampai di Kecamatan Cijulang, maka kita akan mencapai bundaran kecamatan dan plang petunjuk arah bandara sudah terpampang di bagian atas jalan. Selanjutnya kita tinggal mengikut arah jalan menuju bandara sejauh 3 km. 

8.      Curug Bojong
Kawasan wisata Pangandaran dikenal dengan wisata pantai. Padahal di wilayah Pangandaran terdapat curug atau air terjun yang dapat menjadi tempat wisata alternatif. Curug Bojong adalah salah satu curug indah di wilayah Pangandaran. Lokasi Curug Bojong terletak di Desa Sukahurip, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran. Untuk sampai ke lokasi tersebut tidak sulit. Apabila datang dari arah Ciamis, maka akses ke curug adalah setelah melewati SPBU Babakan Pangandarn atau kurang lebih 1 km sebelum bundaran Pangandaran. Di seberang depan jalan masuk terdapat penunjuk arah di papan kecil dengan tulisan Curug Bojong.


Jalan masuk ke dalam sudah berlapis aspal cukup baik. Tetapi itu hanya sebentar karena kemudian berganti menjadi jalan desa berlapis semen. Setelah itu kemudian jalan tanah sedikit hingga tempat parkir mobil. Total jarak dari simpang jalan masuk hingga tempat parkir mobil sekitar 5 km. Kendaraan motor masih bisa terus hingga tempat parkir motor yang berada di pintu masuk ke lokasi wisata curug. Sedangkan untuk yang membawa mobil harus jalan kaki sekitar 800 m hingga pintu masuk tersebut dengan kondisi jalan bergelombang naik turun, lumayan olah raga jalan kaki. Kondisi sekitarnya adalah hutan yang lumayan lebat. Disini sebenarnya masih terdapat babi hutan dan kera tetapi agak jauh dari trek yang dilalui pengunjung.
Tempat parkir motor sekaligus juga tempat istirahat lumayan nyaman. Kawasan wana wisata Curug Bojong adalah berada dalam wilayah Perhutani tepatnya di dalam RPH Pangandaran BKPH Pangandaran KPH Ciamis. Selanjutnya kita masuk melalui jembatan pendek dan menyusuri jalan tanah sekitar 100 m hingga bertemu sungai. Letak curug di seberang sungai dan sudah terlihat bagian curug dari tempat sebelum menyeberang. Sungai yang akan diseberangi adalah sungai Cibojong dan akan bertemu sungai Cisawangan. Sungai dengan lebar sekitar 4 meter ini memiliki  kedalaman pada kondisi normal antara 50 cm - 1 m. 
  



Akhirnya sampailah kita di lokasi curug. Cukup membuat takjub karena bentuk curug yang berbentuk bongkahan batu. Tinggi curug sekitar 30 m dan aliran air terpecah jatuh merata ke dinding batu. Apabila dari pandangan depan, aliran air yang paling deras adalah sebelah kanan. Air terjun ke kolam atas terlebih dahulu dengan kedalaman kolam sekitar 1 m, lalu kemudian mengalir dan jatuh di kolam kedua. Air curug Bojong masih sangat jernih dan sejuk. Sangat cocok kalo untuk bermain - main. Meskipun bagian dasar curug tidak terlalu dalam tetapi tetap harus hati - hati mengingat aliran air yang lumayan deras. Selanjutnya nikmati keindahan pemandangan curug dan segarnya air curug.

9.      Curug Bilik
Dibandingkan dengan curug lainnya Curug Bilik adalah yang paling mudah dijangkau karena langsung berada di bawah jembatan jalan umum. Dari sisi jalan kita juga sudah dapat menikmati pemandangannya. Hanya sayang karena dekat dengan pemukiman kejernihan airnya kurang bagus.
Lokasi Curug Bilik berada di Desa Jayasari, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran. Untuk mencapai lokasi tersebut dapat melalui 3 jalur yaitu jalur Salopa, jalur Pamarican dan jalur Cineam. Jalur Salopa – Langkaplancar memakan waktu 1,5 jam sedangkan jalur Pamarican – Langkaplancar sekitar 2 jam, meskipun demikian kedua jalur tersebut kondisi jalan aspalnya relatif baik. Sedangkan jalur Cineam – Langkaplancar dapat ditempuh dalam waktu 45 menit. Hanya saja jalannya relatif buruk dan setelah berada di Kecamatan Cineam sudah bagus. Pada musim hujan tidak dapat dilewati oleh kendaraan roda 4 standar, harus yang memiliki spesifikasi off-road.




Dinamakan Curug Bilik kemungkinan karena bentuk aliran air yang jatuh pada batuan seperti bentuk gubuk (bilik : bahasa sunda). Keunikan tersebut apabila kita melihat dari jarak dekat. Sebenarnya susunan batu – batu besar yang mengarahkan aliran air curug menjadi berbelok memberikan pemandangan yang cukup indah. Tetapi karena sampah domestik dan lumpur sekitar tempat jatuhnya curug akan memberikan kesan jorok. Meskipun demikian cukup banyak anak – anak yang bermain – main di curug dan sekitarnya.

10.      Curug Jojogan
Curug Jojogan memang belum setenar tempat wisata di Pangandaran. Namun bagi sebagian penyuka traveling, curug ini mulai dilirik karena masih alami dan bentuk curugnya yang cukup indah. Posisi Curug Jojogan satu wilayah dengan Sungai Santirah yang terkenal itu. Bila diurutkan aliran airnya, maka posisi paling atas adalah Sungai Santirah, Curug Jojogan dan terakhir di Citumang.
Lokasi Curug Jojogan adalah searah dengan jalan ke Desa Selasari. Selanjutnya dari Desa Selasari terus menuju Dusun Gunung Tiga. Curug ini memang masuk dalam Desa Selasari, Dusun Gunung Tiga. Jangan takut kesasar, pertama penduduk di desa ini sudah terbiasa kedatangan wisatawan sehingga bisa memberikan petunjuk arah lokasi yang kita tanya. Kedua petunjuk jalan menuju Curug Jojogan ada di beberapa simpang yang mengarah ke  lokasi.


Sumber foto : http://hotelpangandaran1.blogspot.co.id/2017/01/wisata-alam-jojogan-pangandaran.html

Curug Jojogan ini sudah mulai banyak pengunjung. Bentuk curug ini cukup indah, terutama di musim hujan karena curah airnya akan terlihat seperti meluncur dari bukit dengan kemiringan landai sehingga kesannya seperti air terjun dengan banyak undakan. Kalau mau main air di curug harus hati – hati karena batuannya licin dari lumpur dan lumut. Paling tidak kalau terjatuh sangat berpotensi cidera. Airnya memang tidak seperti curug di pegunungan sudah tidak begitu jernih, tetapi masih cukup layak untuk bermain air. Memang sih, setelah main air curug sebaiknya mandi lagi. 
Hal yang bisa dinikmati di curug ini adalah pemandangannya yang menghadap laut, sangat indah.


11.      Curug Cileutik
Sesuai namanya, curug ini memang terlihat ramping karena tempat keluarnya air sempit, tapi bukan berarti sedikit airnya. Ketinggian curug sekitar 20 m dan lumayan deras. Airnya juga lumayan jernih dan tempat jatuhnya air berupa kolam dengan dasar batuan sehingga nyaman untuk main air di bawah curug.
Nama curug ini sebenarnya diambil dari nama sungai yang mengalirinya yaitu sungai Cileutik. Curug ini terletak di Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang. Lokasi curug ini berada di tengah – tengah kebun campuran dan tumbuhan bambu milik penduduk. Untuk menuju lokasi ini sekitar 4 km dari pusat kota kecamatan Padaherang menuju Desa



Sumber foto : http://mypadaherang.blogspot.co.id/2014/09/wisata-alam-curug-cileutik-padaherang.html

12.      Situ Cisamping
Di perjalanan menuju Batu Karas terdapat jalan masuk dengan papan nama bertuliskan “Selamat datang di Situ Cisamping”. Situ Cisamping berada di kampung Mandala desa Cijulang kecamatan Cijulang. Luas dari situ ini hanya kurang dari 2 hektar saja, ukuran yang kecil untuk sebuah situ, dan separuh dari situ ini di rubah dan dimanfaatkan menjadi sawah yang di garap penduduk walaupun tanahnya milik desa.




Kondisi air di situ ini sangat jernih karena bersumber dari mata air yang sama dengan aliran air yang mengairi sungai Cijulang yang terkenal dengan Green canyon nya itu. Air yang mengairi situ ini muncul dari sebuah lobang seperti goa yang berukuran lebar 2 meter. Saking jernihnya kedalaman dari selokan kecil menuju situ ini terlihat jelas dan sangat menggoda sekali untuk berenang. Dan saya fikir situ ini menjadi situ yang paling saya suka diantara situ/ danau yang pernah saya kunjungi sebelumnya.

13.      Goa Sinjang Lawang
Pangandaran kaya akan tempat wisata tematik seperti pantai, goa dan tebing, curug dan konservasi alam. Obyek wisata bertemakan goa dan tebing banyak ditemukan di wilayah Pangandaran. Sebagian besar orang kenal dengan Green Canyon, Citumang dan Santirah, maka ada satu lagi obyek wisata bertema sama dengan alamnya yang tidak kalah eksotik. Objek wisata baru tersebut adalah Goa Sinjang Lawang yang terletak di Dusun Parinenggang, Desa Jadimulya, Kecamatan Langkaplancar.


Gua Sinjang Lawang adalah gua berukuran besar dan panjang. Panjang gua tersebut ± 500 meter, lebar ± 65 meter dan ketinggian ± 60 meter. Air yang mengalir di dalam goa seperti halnya di tempat lain berwarna kehijauan. Kedalaman air sekitar 1,5 meter hingga 2,5 meter. Aktivitas yang dapat dilakukan adalah bermain body rafting atau berenang menyusuri gua tersebut. Mengingat dalamnya perairan, pengunjung diharapkan membawa life jacket untuk keamanan.

14.      Sasak Mandala
Satu obyek wisata di Pangandaran yang perlu dikunjungi karena keunikannya yaitu Sasak Mandala. Sasak Cimandala merupakan sebuah jembatan (atau sasak dalam bahasa Sunda) yang berada di kampung Mandala desa Cijulang Kecamatan Cijulang. Jembatan ini berfungsi sebagai jalan alternatif dan penghubung antara dua kampung yakni kampung Mandala dan kampung Taal. Masyarakat menggunakan sehari – hari dengan berkendaraan motor dan membayar seikhlasnya kepada petugas pengatur kendaraan. Ya, karena untuk melintas harus diatur bergantian. Lumayan, bila menggunakan jalan umum selisih jaraknya 3 km.





Sasak ini sangat unik karena materialnya terdiri dari susunan bambu sebagai jalannya dan pengaitnya berupa kawat-kawat baja. Sasak Mandala berdiri di atas sungai Cijulang yang aliran airnya dari Green Canyon yang terkenal itu. Dari jembatan ini kita bisa menuju lokasi wisata Pantai Batu Karas.


15.      Gunung Suru
Meskipun pariwisata di Pangandaran didominasi oleh wisata pantai, tetapi ada juga beberapa spot wisata pegunungan yang layak dikunjungi. Terutama para traveller yang suka bertualang di alam liar. Salah satu wisata alam pegunungan di Pangandaran adalah Gunung Suru. Gunung Suru terletak di sebelah utara wisata Pangandaran, tepatnya di kawasan Desa Pagergunung. Daerah tersebut berbatasan dengan areal kehutanan yang dikelola oleh Perhutani. Gunung Suru merupakan dataran tinggi yang memiliki keindahan dengan pandangan dari atas. Kita bisa melihat Samudra Hindia yang cukup jelas dan pantai wisata Pangandaran.



16.      Rest area Emplak dan Tunggilis
Perjalanan menuju Pangandaran cukup melelahkan karena jaraknya yang jauh yaitu di ujung Timur dan Selatan Jawa Barat. Pengunjung tidak selamanya menggeber perjalanan hingga tempat tujuan karena kondisi fisik. Biasanya mereka beristirahat di rumah makan, SPBU atau tempat pemberhentian tertentu.

Salah satu tempat pemberhentian yang menarik karena terdapat warung – warung minuman dan memiliki pemandangan menarik adalah Emplak. Lokasi rest area ini adalah sebelum melewati Karang Nini. Di tempat ini suasananya sejuk karena dikelilingi pepohonan besar yang rindang. Tempat ini memang masuk dalam kawasan hutan produksi milik Perhutani. Yang cukup populer adalah Panenjoan yaitu tempat istirahat yang terdapat semacam tempat melihat pemandangan dari atas. Meskipun tempatnya sempit tetapi cukup nyaman istirahat disini.Selain itu, di sekitar semak belukar dan relatif terlihat dari jalan raya terdapat Curug Emplak. Sayangnya curug ini hanya sekedar dilihat saja karena tempatnya di antara semak belukar dan airnya berlumpur.

Tempat istirahat lainya adalah Tunggilis yang berada di Kecamatan Padaherang. Tepatnya setelah melewati pasar Padaherang. Disini kita bisa melihat pemandangan indah sawah dan daerah genangan air yang luas. Pada musim tanam kita bisa menyaksikan aktivitas petani mengolah lahan sawahnya. Di tempat ini terdapat beberapa warung minuman. Saat menjelang siang, sambil minum es kelapa memandang sawah sejauh mata memandang merupakan kenikmatan tersendiri.


17.      Wisata Sejarah Budaya
Kabupaten Pangandaran memiliki sejumlah situs sejarah/ budaya yang menjadi tujuan untuk ziarah. Meskipun tidak setenar tempat ziarah di Pamijahan atau di Panjalu, namun keberadaan situs – situs tersebut menjadi daya tarik tersendiri untuk para peziarah karena nilai historis dan spiritual yang diyakini banyak orang. Tempat – tempat tersebut adalah :
1.                                   1.      Wisata Sejarah Tugu Kerajaa Sukapura
2.      Wisata Keramat Mangunjaya
3.      Wisata Goa Kedung Wuluh
4.      Cagar Budaya Suka Lemba
5.      Cagar Budaya Dayang Sumbi
6.      Cagar Budaya Syeh Muhtar
7.      Cagar Budaya Jagapati Gedong Mataram
8.      Cagar Budaya Syeh Abdulah
9.      Cagar Budaya Lingga Kencana
10.  Cagar Budaya Kyai H Satarudin
11.  Cagar Budaya Embah Layung
12.  Cagar Budaya Cipakel
13.  Cagar Budaya Astana Budha
14.  Cagar Budaya Abdul Hamid
15.  Wisata Ziarah Sembah Rosul
16.  Wisata Ziarah Eyang Singabangsa
17.  Wisata Ziarah Eyang Wangsadipa
18.  Wisata Ziarah Eyang Elun Putih
19.  Wisata Ziarah Jagasatru
20.  Wisata Ziarah Sembah Agung
21.  Wisata Ziarah Sembah Nurjaman
22.  Wisata Ziarah Sembah Anggawacana
23.  Wisata Ziarah Sembah Tafsir
24.  Wisata Ziarah Sembah Sukayatna
25. Wisata Ziarah Gunung Cirawun


Tidak ada komentar:

Posting Komentar