Kamis, 15 Juni 2017

Jelajah Alam di Kabupaten Tasikmalaya-4

1.        Curug Koja dan sekitarnya
Ketiga curug tersebut berada di Desa Linggajaya, Kecamatan Cikatomas. Untuk Curug Koja dan Curug Bakom lebih mudah dijangkau dari Desa Ciwatin, Kampung Pasir Dati. Letak jalan masuk ini setelah melewati ibukota kecamatan. Jalan masuk ke desa ini berupa jalan batu yang diperkeras. Kendaraan roda 4 sebaiknya diparkir di dekat masjid atau turun ke bawah sedikit ada tempat luang. Sedangkan untuk motor masih bisa masuk hingga perkampungan terakhir.



Dari kampung terakhir kita jalan kaki masuk melalui kebun campur milik penduduk, sawah, tegalan dan sedikit belukar. Seperti biasanya, sebaiknya menggunakan jasa pandu penduduk setempat agar lebih lancar karena susah menebak arah ke lokasi curug. Medan jalan setapak naik mendaki pasir (bahasa sunda : bukit kecil) dan aliran sungai kecil. Pada musim hujan jalan tanah menjadi licin.
Kurang lebih kita menempuh jalan sekitar 2 km sampailah kita di Curug Bakom. Sebuah bukit besar dengan jenis batuan kapur menjadi tempat aliran air curug. Ketinggian curug sekitar 50 m. Dari atas aliran air curug melewati satu alur dengan debit cukup besar dan lalu jatuh ke permukaan datar di pertengahan bukit dan terpecah dua. Curahan yang terbagi ini memberi kesan derasnya air. Sayang pada saat pengambilan gambar kurang besar debit airnya. Kalau satu hari sebelumnya hujan maka akan lebih banyak lagi air yang mengalir dari bagian dinding bukit yang lain. Meskipun demikian pada saat kunjungan ke curug ini sudah memberikan pemandangan yang indah.



Curug Koja di Musim Kemarau

Dari Curug Bakom menuju Curug Koja harus melewati medan yang berat. Jalan setapak menyeberangi sungai kecil, sawah, lalu mendaki bukit kecil dengan sedikit semak belukar dan pertanian lahan kering (tegalan). Usahakan ketika melalui dan menuruni jalan setapak yang dikelilingi tanaman palawija tidak membuat tanaman rusak. Perjalanan ke Curug Koja sekitar 1,5 km, namun karena medan yang cukup sulit yang menguras tenaga sehingga terasa jauh. Sampai di ujung tanah pertanian kita harus turun melalui pinggiran semak ke arah sungai. Setelah itu perjalanan dilanjutkan dengan masuk sungai dan menyusuri hingga lokasi curug yang tidak jauh lagi.




Curug Koja
Sungai yang kita masuki itu merupakan aliran yang menuju hulu Curug Bakom. Aliran sungai itu sendiri berasal dari Curug Koja. Dengan demikian Curug Koja berada di atas Curug Bakom dan dalam satu aliran air. Meskipun aliran sungai tersebut cukup dangkal tetapi cukup deras airnya. Airnya cukup jernih dan segar, menantang kita untuk mandi. Di legokan bagian tengah sungai kita bisa mandi disana. Sungai, curug dalam satu aliran boleh dibilang merupakan waterpark alam.
Curug Koja memiliki ketinggian yang hampir sama dengan Curug Bakom yaitu sekitar 50 m. Kolam air di bawahnya agak dalam tetapi masih relatif aman. Airnya sejuk dingin sehingga sangat cocok untuk berendam dan bermain - main. Sekali lagi nikmati kesejukan air curug





Curug Bakom

Selain dari jalur Curug Bakom, jalur lain menuju Curug Koja adalah melalui Kampung Citeureup, Desa Pakemitan. Apabila melalui jalan ini kita akan menemui Curug Celeng. Sesungguhnya ini tidak murni curug, karena hanya aliran air yang melewati bebatuan besar saja. Tetapi penduduk setempat menamakan Curug Celeng. Di musim hujan air yang mengalir deras membuat curahan seperti curug kecil. Yang jelas di bagian ini juga cukup enak bermain - main air.

2.        Curug Ciwatin
Curug Ciwatin merupakan rangkaian terakhir dari Curug Cikoja dan Curug Cibakom dan aliran airnya akan bermuara di sungai Ciwulan yang letaknya tidak jauh. Letak Curug Ciwatin adalah di kampung Nusawangi, Desa Linggalaksana, Kecamatan Cikatomas.





 Untuk menuju curug ini sangat mudah, yaitu dari masjid atau alun-alun Cikatomas lalu belok kanan. Kondisi jalan cukup bagus berupa aspal. Perjalanan kurang lebih 6 km dari simpang, terus saja dengan beberaka kali kelokan hingga kita bertemu dengan simpang menuju jembatan Parung Mandala. Kita tetap terus hingga bertemu dengan jembatan yang di bawahnya adalah aliran sungai dari curug menuju Sungai Ciwulan. Dari jembatan sudah bisa terlihat Curug Ciwatin. Kita tinggal turun ke sungai yang penuh dengan batuan sedang hingga besar dan hanya sedikit trekking yaitu kurang dari 5 menit untuk sampai ke tujuan. Ketinggian curug ini hanya sekitar 10 m saja. Di bawahnya terdapat kolam besar dapat digunakan untuk berenang dan bermain air dengan kedalaman sekitar 1 meter. Airnya curug sangat jernih sehingga sangat nikmat main air disana. Apabila kondisi air sedang banyak, curahan air dari atas tebing akan menambah sensasi berenang di sana.

3.        Curug-curug di Jatiwaras
Curut Sawer Jatiwaras
Mungkin peribahasa sekali mendayung dua tiga pulau terlampui tepat dialamatkan ke perjalanan menuju Curug Sawer. Betapa tidak dalam perjalanan kita menjumpai beberapa curug yang relatif mudah dijangkau. Disamping itu aliran sungai yang dijumpai relatif dangkal dan jernih serta dasarnya berupa batuan besar unik mendorong kita untuk mencoba merasakan segarnya aliran itu. Curug Sawer berada di Desa Mandalahurip, Kecamatan Jatiwaras.


 Dari jalur Tasik - Salopa ada simpang jalan yang dikenal dengan pangkalan ojek Gintung yang menuju ke Jatiwaras. Masuk lagi ke dalam ke jalan Desa Mandala Mekar. Jalan desa masih aspal mulus tetapi tidak lama mulai jelek. Kendaraan harus parkir di sekitar jembatan kecil yang merupakan batas desa Mandala Mekar dengan Mandala Hurip.
Curug Awalan


Curug Patral

Curug Noong 
Perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki diawali dari pekarangan rumah penduduk yang dekat dengan sungai.  Menyusuri pekarangan kemudian melewati lahan pertanian berupa tegalan, sawah dan kebun campur. Lahan pertanian yang terdapat di sekeliling kita menghadirkan keindahan tersendiri. Jalan terus turun hingga mencapai semacam jeram mini yang membentuk beberapa curug. Wilayah jeram ini oleh penduduk setempat dinamakan Curug Patral. Dasar aliran sungai berupa batuan besar yang diselingi banyak rongga. Aliran ini kemudian jatuh dari ketinggian sekitar 8 m ke sungai di bawahnya. Bagian sungai yang persis tempat jatuhnya air memiliki kedalaman sekitar 2 m dan airnya jernih. Karena bagusnya tempat tersebut sering digunakan untuk anak - anak sekolah bermain - main.





Curug Sawer Jatiwaras

Di sisi sawah yang brbatasan langsung dengan jurang kita dapat melihat bagian kepala dari Curug Sawer. Hati - hati jangan melangkah jauh karena bahaya jatuh ke dalam jurang di depan mata. Kita ikuti jalan setapak yang mengarah turun ke dalam hutan belukar. Sekitar 30 menit kita sudah sampai Curug Sawer.
  Tinggi Curug Sawer diperkirakan 80 m. Di bagian atas curug air  jatuh seperti tirai tipis. Jatuhnya air tidak langsung ke tanah tetapi menimpa tebing pendek baru kemudian jatuh ke dasar kolam. Uniknya pada pancuran yang kedua ini aliran curug menjadi lebih banyak dan tebal. Hal ini karena tambahan aliran air dari anak tebing itu. Secara keseluruhan Curug Sawer ini sangat menarik. Sebaiknya untuk mengambil gambar utuh dari bagian atas dengan curahan air yang  mirip tirai terus di bawahnya arus curug yang cukup besar dan tirainya lebih tebal.


Curug Hujan (Curuh Amoh)

 Selesai dari mengunjungi Curug Sawer kita sempatkan melihat 2 curug yang berada di sebelah Barat dari Curug Patral. Setelah kita naik kembali ke Curug Patral, kita melewati aliran sungai dan naik ke darat sedikit lalu melawan arus aliran sungai hingga sampai ke Curug Hujan, banyak orang menyebutnya juga Curug Amoh. Pada saat musim hujan debit air yang jatuh dari atas sangat deras. Ketinggian curug ini sekitar 40 m. Kolam tempat jatuhnya air tidak terlalu besar.

Curug Kembar

Jalan sedikit ke arah belukar sungai kita akan sampai ke Curug Kembar. Bentuknya juga berupa tirai air tipis. Karena terdapat 2 curug yang sama ketinggian dan debit airnya sehingga seperti kembar. Karena keadaan sekelilingnya adalah belukar dan batuan besar sehingga dirasakan kurang menarik bagi pengunjung.

4.        Curug Manakara Sukaraja
Curug Manakara disebut juga Curug Cibarulak karena berada di dusun Cibarulak. Kampung atau dusun Cibarulak terletak di Desa Mekarjaya, Kecamatan Sukaraja. Letak desa tersebut dijangkau dari arah Tasikmalaya atau Kawalu terdapat simpang jalan menuju Cibalanarik. Kemudian masuk ke jalan menuju Desa Cijoho atau bisa juga dari arah Desa Galumpit ke arah desa Mekarjaya. Akses jalan dari daerah Galumpit menuju dusun Cibarulak sekitar 7 km dengan jalan aspal sekitar 1 Km dan di lanjutkan dengan jalan aspal rusak bercampur batuan, dan terakhir mendekati lokasi curug di daerah perkebunan karet disambung dengan jalan beton.



Setelah masuk ke wilayah Desa Mekarjaya tidak lama kita akan menjumpai papan petunjuk kecil yang menunjukkan arah kampung Cibarulak. Selanjutnya kita memasuki wilayah perkebunan karet PT GUNUNG. Jalan di perkebunan lumayan terawat baik meskipun berupa jalan beton. Kurang lebih jalan di kebun karet sekitar 300 meter kita akan menemukan simpang jalan dan ambil arah kanan. Tidak jauh dari sana persimpangan, di sebelah kiri kita akan melihat Curug Manakara. Sayang waktu berkunjung kesini air yang menuju curug dibendung dan dialihkan ke daerah kampung. Oleh karena itu untuk menikmati curug ini dengan debit air yang besar harus berada di tengah – tengah musim penghujan. Di bawah curug terdapat kolam untuk berenang yang tidak terlalu dalam.

5.        Curug Nini
Pada umumnya setiap kecamatan di wilayah bagian utara dan tengah Kabupaten Tasikmalaya memiliki curug. Salah satunya adalah wilayah Kecamatan Parungponteng yang memiliki Curug Cigodomang yang lebih dikenal dengan sebutan Curug Nini. Curug Nini adalah salah satu potensi wisata menarik di Kecamatan Parungponteng. Setelah masuk jalan Parungponteng yang telah beraspal bagus kita menuju Desa Giri Kencana, Dusun Sawah Kidul. Namun untuk akses terbaik adalah melalui Dusun Sawah Ilir tepatnya dari masjid. Mobil hanya dapat parkir di halaman masjid atau pekarangan penduduk sekitar. Sedangkan motor bisa masuk lebih ke dalam. Setelah itu kita jalan kaki melalui pekarangan dan perumahan penduduk.




Jalan menuju curug pada umumnya sudah dibeton jadi sangat memudahkan untuk jalan. Jarak dari masjid tersebut hingga sampai lokasi curug 1,5 km. Akhirnya setelah melalui perjalanan yang cukup melelahkan sampailah kita di Curug Nini. Bentuk dan pola alirannnya mirip dengan Curug Koja tetapi lebih pendek. Tinggi Curug Nini sekitar 40 m. Paling atas pancuran air lebih sempit lalu jatuh di sebuah batu dan kolam besar lalu mengalir lagi ke bawah dengan aliran yang lebih besar. Besarnya aliran yang kedua ini karena tidak terlalu tinggi yaitu sekitar 8 m. Di kolam yang kedua cukup lebar dan agak dalam sehingga dapat digunakan untuk berenang dan bermain air. Segar dan jernih, karena itu wajib mencoba bermain air disini

6.        Curug Putih
Curug Putih merupakan salah satu curug mempesona yang berada di kaki Gunung Galunggung. Curug Putih berada di kampung Cipeuteuy, Desa Santana Mekar, Kecamatan Cisayong. Baik dari arah Tasik maupun dari arah Bandung melalui jalur Singaparna – Ciawi yang sudah berupa jalan kabupaten yang cukup lebar dan beraspal mulus. Di persimpangan menuju Desa Santana Mekar kita berbelok. Di simpang menuju kampung Cipeuteuy terdapat plang kecil tanda kita masuk melalui jalan ini. Kondisi jalan berupa jalan aspal bercampur batuan yang masih lumayan untuk dilalui dilanjuti dengan jalan beton yang cukup bagus. Sayangnya lebar jalan yang sempit menyebabkan kendaraan roda 4 apabila hendak berpapasan harus ada yang mengalah ke sisi yang agak lebar.





 Sampai di kampung Cipeuteuy kita terus bergerak naik hingga ujung jalan. Baik kendaraan roda 4 atau roda 2 harus parkir disini. Khusus  untuk yang ingin menuju Curing Batu Blek melalui jalur ini dapat menggunakan motor hingga titik lebih atas lagi. Perjalanan pertama menuju curug melalui sedikit areal persawahan lalu masuk ke semak belukar dimana terdapat saluran irigasi. Setelah masuk ke dalam kita langsung dikepung oleh semak belukar dan diselingi oleh pepohonan besar.
Terdapat beberapa simpang (sebenarnya berupa tanda yang dibuat masyarakat) menuju curug lain. Simpang pertama adalah jalan menuju Curug Badak dan kedua adalah menuju Curug Batu Blek. Selain itu ada juga jalur menuju gua batu ngampar. Setelah berjalan hampir 1 km kita akan jumpai tanda untuk turun ke arah sungai. Perjalanan menyusuri sungai kurang lebih 300 meter, tetapi dengan banyak batuan besar menghadang sehingga perjalanan sedikit memakan waktu.





Akhirnya di ujung sungai kita saksikan kemegahan Curug Putih dengan ketinggian sekitar 70 m. Disebut Curug Putih karena seperti helaian selendang warna putih dari atas tebing. Pemandangan dari jauh sangat bagus sebagai latar belakang foto. Kita dapat merasakan segarnya air curug di kolam curug. Meskipun demikian jangan bermain tepat di tempat jatuhnya air, karena pukulan air sangat keras sehingga berbahaya apabila  menimpa badan apalagi kepala.

Curug Badak
Nama Curug Badak di wilayah kaki Gunung Galunggung berada di Kampung Lemah Deudeut dekat dengan Curug Gado Bangkong dan satu lagi di Kampung Cipeuteuy, Desa Santana Mekar dekat dengan Curing Putih yang keduanya berada di Kecamatan Cisayong. Curug ini mendapat air dari Curug Putih dan Curug Batu Blek sebagai pusatnya.






 Perjalanan menuju curug ini dari jalan raya sama dengan ke Curug Putih yang telah dijelaskan sebelum ini. Demikian pula trekking ke tempat ini berangkat dari titik yang sama menuju Curug Putih. Hanya saja pada titik tertentu kita kemudian menuruni jurang dengan medan yang sulit dan membutuhkan stamina dan konsentrasi. Sebaiknya kita meminta bantuan penduduk lokal, baik orang dewasa atau anak – anak untuk mengantar ke lokasi sebab tidak ada petunjuk tempat atau jalur tertentu.

7.        Curug Satria
Nama curug ini dinisbahkan dari  nama perkebunan dimana curug tersebut berada. Perkebunan teh Satria, nama  perkebunan itu, berada di wilayah Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya. Akses masuk ke lokasi tersebut  adalah tidak jauh dari tugu batas Tasikmalaya-Garut terdapat jalan masuk dengan terlebih dahulu melalui jembatan. Kemudian kita terus saja mengikuti jalan utama.
Terdapat beberapa plang kecil yang menunjukkan arah lokasi. Jalan menuju lokasi berupa jalan aspal yang sudah terkelupas tapi masih lumayan untuk dilalui kendaraan. Hanya saja lebar jalan yang relatif sempit sehingga agak merepotkan bila mobil saling berpapasan. Sepanjang perjalanan kita disuguhi pemandangan indah, sawah yang bertingkat mengikuti kontur bukit dan diselingi kebun campur yang lebat dan menjelang tiba di lokasi hamparan kebun teh seperti permadani tebal. Benar - benar mata kita dimanjakan oleh pemandangan indah.




Kurang lebih 4 km perjalanan berakhir di perkebunan teh Satria. Ujung jalan tersebut berupa bundaran jalan dan masjid. Mobil diparkir di halaman masjid, sedangkan motor tersedia tempat khusus. Selanjutnya kita masuk jalan setapak di antara hutan pinus menuju curug. Jalan setapak tersebut telah tertata cukup apik. Medan jalan lumayan terjal menurun hingga tiba di curug. Keadaan sekitar masih alami sehingga perjalanan sejauh 700 meter terasa menyegarkan.



Curug Satria berupa curug kembar yang hanya berketinggian 2 meter keluar di antara batuan. Tempat jatuhnya air juga merupakan batuan kecil sehingga cukup nyaman berbasah - basahan di curug. Rasanya sayang kalau tidak memanfaatkan air curug dengan main basah - basahan. Airnya yang jernih, dingin sejuk dan cukup deras, membedakan dengan bermain basah - basahan di kolam renang ataupun waterpark. Belum lagi udaranya yang sejuk memberikan kesan tersendiri.
Sebenarnya masih terdapat lagi Curug Panoongan yang letaknya lebih jauh ke dalam, dekat dengan Bukit Kacapi yang belakangan populer menjadi destinasi wisata yangmenarik.

8.        Curug Sawer dan Curug Apun Karangnunggal
Curug Sawer
Terdapat banyak nama curug sawer di Jawa Barat. Bahkan di Kabupaten Tasikmalaya saja lebih dari satu nama curug Sawer. Curug Sawer Karangnunggal terletak di Kecamatan Karangnunggal, Desa Cikukulu, Dusun Sirnasari. Perjalanan dari Kota Tasikmalaya adalah dengan mengambil jalan ke arah Karangnunggal-Cipatujah. Sebelum masuk kota kecamatan Karangnunggal, kita akan menjumpai lapangan yang cukup luas dan balai desa Cikukulu. Kita masuk ke jalan desa kurang lebih 1,5 km hingga pertigaan jalan menuju Dusun Sirnasari. Selepas jalan desa kita akan masuk jalan lingkungan yang lebih sempit dan tidak beraspal.
Kendaraan roda 4 hanya sampai di Kampung Sirnasari. Sedangkan kendaraan roda 2 masih bisa lebih ke dalam lagi. Selanjutnya kita jalan kaki melewati rumah penduduk, masuk ladang dan sawah. Tidak ada petunjuk jalan atau jalan khusus sehingga mau tidak mau kita mengandalkan informasi GPS (Gunakan Penduduk Setempat) alias banyak bertanya. Tidak jauh lokasi curug, hanya sekitar 30 menit. Namun kondisi medannya yang harus meniti pematang sawah, ladang penduduk tentunya naik turun. Lumayan olah raga.







Akhirnya kita sampai di aliran sungai dengan undakan pertama yang bisa disebut curug mini. Dari kejauhan terlihat indah Curug Sawer dengan ketinggian sekitar 50 m yang di depannya terdapat curug mini. Untuk menuju Curug Sawer cara paling cepat dan praktis adalah memanjat tebing di curug mini tersebut. Tidak tinggi, hanya sekitar 1,5 m dan bisa kita panjat. Batuannya juga banyak yang menonjol sehingga tidak begitu sulit untuk memanjat ke atas.
 Sampai di atas barulah kita bisa menyaksikan keindahan curug Sawer. Apabila musim hujan, aliran curug deras. Saat itu saya mengunjungi curug lewat musim hujan tetapi aliran curug masih lumayan banyak. Di bawah curug terdapat kolam dangkal. Mungkin tidak cukup banyak untuk berendam, tetapi lumayan untuk main - main air. Silahkan menikmati segarnya Curug Sawer.

Curug Apun
Letak Curug Apun, ada yang menyebutnya Curug Depa,­ tidak jauh dari Curug Sawer, masih dalam satu lingkungan Desa. Yang berbeda adalah kampung atau dusun, yaitu terletak di Dusun Cigowok. Kita tanya ke penduduk jalan ke arah dusun tersebut sekaligus letak curugnya. Seperti halnya Curug Sawer, letak Curug Apun juga harus melewati tanah pertanian berupa sawah dan tegalan.

Bagian atas Curug Apun

 Curug Apun memang tidak sederas Curug Sawer namun bentuk tebingnya yang tegak lurus dan tinggi menyimpan keindahan tersendiri. Yang saya kunjungi adalah di bagian atasnya dan tidak sempat turun ke bawah. Memang yang lebih indah adalah pemandangan dari arah bawah seperti yang saya sebutkan di awal. Untuk ke arah bawah curug harus melewati jalan yang lebih jauh dan terjal. Saat itu hari sudah sore sehingga saya tidak sempat turun ke bawah. Meskipun demikian saya cukup puas menikmati Curug Apun dari atas. Terdapat undakan yang dapat disebut curug mini sebelum terjun jatuh ke bawah.

Curug - Curug Indah di Wilayah Kabupaten Tasikmalaya 

Curug Badak,Curug Badak, Perbatasan Kampung Cipeuteuy, Desa Sukamukti /Kampung Pasir Malang, Desa Santana Mekar, Kecamatan Cisayong,
Sumber foto : http://www.imgrum.org/media/1232876675868884336_2340455478

Curug Batu Beureum, Dusun Cihérang, Desa Sukamukti, Kecamatan Cisayong,
Sumber foto : http://www.imgrum.org/media/1231884319824772240_2340455478

Curug Dengdeng, Desa Tawang, Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya
Sumber foto : http://dyaiganov.com/indonesia-its-yours-mine-ours/moments-of-curug-dengdeng-pancatengah-tasikmalaya-26-27-januari-2013/

Curug Cipalasari, Kecamatan Taraju
Sumber foto : http://www.imgrum.org/media/1236570506304912921_2340455478

Curug Luhur, Kampung Sukasirna, Desa Malatisuka, Kecamatan Gunung Tanjung
Sumber foto : https://www.tripadvisor.com/LocationPhotoDirectLink-g1131500-d3257746-i220658426-Mount_Galunggung-Tasikmalaya_West_Java_Java.html

Curug Cileutak, Kampung Cieceng, Desa Sindangasih Kecamatan Cikatomas
Sumber foto : http://mytrip123.com/20-tempat-wisata-di-tasikmalaya-jawa-barat-paling-menarik/

Curug Gogog. Di kampung Kiaralawang desa Sarimukti kecamatan Karangnunggal
Sumber foto : http://ngabolangngabolang.blogspot.co.id/2016/03/curug-gogog-dan-leuwi-cilangla.html

Curug Paseh di Kampung Cikajang, Desa Kersagalih, Kecamatan Jatiwaras
Sumber foto : http://ngabolangngabolang.blogspot.co.id/2015/12/curug-paseh.html

Curug Cihanjuang Kampung Pasir Malang, Desa Santana Mekar, Kecamatan Cisayong

Sumber foto : http://www.imgrum.org/user/deppyson/ 1278952021/1215233615577716793_1278952021

Curug Cihaseum di Kampung Cihaseum, Desa Muncang, Kecamatan Sodong Hilir
Sumber foto : http://www.imgrum.org/media/1320286068997740342_2340455478

Curug Arjuna di Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong
Sumber foto : http://mytrip123.com/20-tempat-wisata-di-tasikmalaya-jawa-barat-paling-menarik/

Curug Batu Niungan di Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong
Sumber foto : http://www.thepicta.com/media/1218383000975671160_2340455478

Curug Wayang di Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong

Curug Hawu. Di Desa Padawaras, Kecamatan Cipatujah
Sumber foto : http://www.imgrum.org/media/1300277878168147204_2340455478

Curug Dawuan di Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong. Berada di kaki Gunung Galunggung dan masuk kawasan hutan. Untuk menuju kesana membutuhkan fisik yang prima, pengalaman trekking dan tentunya semangat. Dari tempat penitipan kendaraan membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk sampai lokasi. Medan yang curam naik turun dan pada bagian tertentu kita harus menyusuri jalan setapak pinggir jurang yang sangat curam. Pohon-pohon besar yang rimbun memberi suasana segar selama perjalanan.
Sumber foto : http://mtmatasik.blogspot.co.id/2016/01/air-terjun-curug-dawuan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar